Pretending
She
always pretending be a cool & strong girl, pretend to be cheerful in front
of the others. Even she keep hiding sadness and loneliness in the deep. She
won’t her friends know that truly, she is sad and feel lonely.
Tertuduh
Apa yang
kamu lakukan ketika kamu tertuduh sebagai tersangka yang sebenarnya kamu tidak
pernah melakukan hal tersebut? Sakit? Dendam? Cuek? Sok gak peduli? Atau yang
lain? Untuk mengakui suatu perbuatan yang memang tidak pernah kamu lakukan
adalah hal yang sulit. Bagaimana tidak kita harus berbohong, berbohong pada
diri sendiri, berbohong pada orang lain. Mungkin hal ini bisa membuat orang
lain senang dan puas ketika kita mengakui ‘kebohongan’ itu. Namun, bagaimana
dengan hati kita? Bagaimana dengan rasa ketidaktenangan setelah mengakui hal
tersebut?
Apapun
yang terjadi dan apapun yang akan terjadi, jujur adalah hal yang terpenting. Entah
nanti hasilnya baik atau buruk, bagaimana respon orang terhadap kita, yang
penting kita jujur dengan apa yang kita katakan. Jujur pada diri sendiri dan
jujur pada orang lain. Jika orang itu sakit karena kejujuran kita, biarlah.
Biarlah dia belajar menghadapi sesuatu. Daripada engkau menyenangkannya dengan
seribu kebohongan daaan pada akhirnya dia mengetahui kejujuran yang sebenarnya
setelah sekian lama kau bohongi. Sakit mana? Hah?
Kamu
bisa saja tertuduh sebagai tersangka, kamu bisa saja tertuduh sebagai pembunuh.
Tapi, kamu bisa tetap tenang jikalau memang bukan kamu yang membunuh, bukan
kamu tersangkanya. Biarkan dia yang menuduh menemukan jawaban bahwa sebenarnya
kamu tidak layak untuk dituduh. Percayalah, Allah tidak tidur. Allah akan
memberikan jawaban itu. Tenanglah.
Yaa,
bolehlah kamu merasa sedikit sakit hati, tapi jangan berlarut-larut. Toh apa
gunanya sakit hati. Mending kamu jalan-jalan ke pantai sana, refreshing :D,
daripada mikirin sakit hati. Santai laah, biar waktu yang menjawab. Kamu tahu
kan pepatah jawa “Becik ketitik, ala
ketara” [kebaikan akan terlihat, begitu pun dengan keburukan pasti juga
akan terlihat]. Allah sedang merangkai waktu yang indah untuk dia ketahui
kebenaran. Mungkin hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi dia. Berdoalah untuknya
dan untukmu. Semoga selalu dalam rahmat dan lindungan Allah. Just smile and
praise to Allah. Everthing will be okay.
Do-Have
Be who you are – DO what you love and HAVE what you needQuotes from #UltimateU journey
a book, -Rene Suhardono-
Hurting Someone
Hurting someone is more hurt than being hurt by someone
Ya, pagi ini saya sadar bahwa menyakiti orang lain itu lebih sakit daripada disakiti orang lain. Apalagi menyakiti orang yang kita sayang. Menyakiti seseorang seperti biimplikasi. Orang yang kita sakiti dan diri kita sendiri lah yang menerima sakit itu. Bagaimana bisa kita juga menerima sakit? Bagaimana kita bisa lebih sakit? Bagaimana tidak bisa kita lebih sakit karena tidak hanya diri kita sendiri yang merasa sakit, tapi juga orang lain yang akan merasakan sakit karena kita. Meskipun susah untuk menunjukkan kasih sayang kita, setidaknya tidak menyakiti. Semoga kita bisa saling menyayangi, tidak saling menyakiti.
Welcome, Sixth Sense
Akhirnyaa, KPP terakhir PP LKMM VI sudah terlaksana. 31 Oktober - 3 November 2013. Akhirnya kini waktunya Fantastic untuk 'istirahat' dan giliran Avengers dan Sixth Sense yang bergerak :)) Selamat datang Sixth Sense, semoga bisa langgeng jadi pemandunya. Langgeng katanya, ya semoga di akhir perjuangan juga tetap ber-23 :))
Sixth Sense |
Avengers |
Fantastic |
All pemandu |
Lebih baik tidak pernah memilikimu
Terkadang lebih baik tidak pernah memiliki,
jika memilikinya hanya menyakitkan hati
Bisa dikatakan mungkin kita kurang bersyukur,
namun jika pada kenyataannya seperti itu mau bagaimana?
Bukan bermaksud menantang,
tidak bermaksud untuk tidak menerima
Bukan bermaksud untuk membuang semua,
Namun lebih baik tidak pernah memiliki
Memilikinya hanya menambah sayatan dalam hati,
memilikinya hanya menusuk lebih dalam,
memilikinya hanya membawa kekecewaan
Ampuni ya Allah, bukan maksud tidak bersyukur,
ampuni hamba-Mu
jika memilikinya hanya menyakitkan hati
Bisa dikatakan mungkin kita kurang bersyukur,
namun jika pada kenyataannya seperti itu mau bagaimana?
Bukan bermaksud menantang,
tidak bermaksud untuk tidak menerima
Bukan bermaksud untuk membuang semua,
Namun lebih baik tidak pernah memiliki
Memilikinya hanya menambah sayatan dalam hati,
memilikinya hanya menusuk lebih dalam,
memilikinya hanya membawa kekecewaan
Ampuni ya Allah, bukan maksud tidak bersyukur,
ampuni hamba-Mu
Mendakilah..
Jalan mendaki itu bisa sempit dan bisa membuat kalian tak leluasa bergerak, tetapi jalani itu engan kesungguhan dan totalitas: mendakilah terus. Begitu sampai puncak, kalian akan leluasa bergerak.
-Dikutip dari Indonesia Mengajar-
Goes to LAPAN #2
Terik siang itu menggugah kami untuk pergi. Perut sudah keroncongan ria sedari keluar dari Kereta malam itu. Kami harus menahan lapar hingga tiba di penginapan. Tak tertahan lagi, kami pergi ke warung bambu Tuan Takur *baca : julukan oleh Pak Tri kepada Bapak pemilik warung. Hmmm, dan warung bambu itu sudah tutup, padahal tadi waktu dhuhur masih buka. Kami kembali ke penginapan, tapi di tengah perjalanan kembali ke penginapan, ada satu toko. Indomie, yaa disana ada mie. Indomie lagi Indomie lagi. Kami akhirnya minta buatkan mie karena perut ini sudah melilit.
"Wonten sekul, Bu", tak sadar aku pakai bahasa krama Jawa disini, tidak berasa lagi di Bogor dan harusnya bahasa Sunda yang dipakai. "Oh nggih, ngagem sekul?.", Wah, ternyata Ibunya juga dari Jawa. Alhamdulillah, karena tadi asal ceplos aja pakai bahasa Jawa. Pada akhirnya kami berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Hehhehehe.
Setelah makan mie + nasi, lumayan sudah kenyang. Kami sudah memiliki energi kembali untuk beraktivitas. Ternyata Ibu yang punya toko orang Purworejo dan suaminya orang Magetan, satu daerah dengan salah satu dari kami, Dadang. Hah, dunia ini memang sempit. Dimanapun tetap bertemu dengan orang - orang yang sebenarnya dekat.
Perut sudah terisi, saatnya kembali ke penginapan dan Tidur!! Hahhaha, menanti esok pagi untuk mengenal lingkungan ini lebih jauh :)
Goes to LAPAN #1
Malam itu mengantar kami hingga
ke Jakarta. Ini kali pertamaku untuk naik kereta perjalanan sejauh Surabaya –
Jakarta. Argo bromo anggrek dengan jadwal 20.15 bersiap berangkat sedang
aku masih menunggu pesanan nasi goreng.
Belum makan dari siang. Sambil berlari kemudian mengambil barang bawaan dan
kemudian kami masuk ke kereta itu. Uhhh, si Dadang berusaha membuka pintu
gerbong itu, aku pun ikut membantu hingga terjepit. Au. Eh di samping pintu
kubaca “Tombol pintu otomatis” dengan arah ke tombol. Oh Maan, ternyata itu
tombol untuk buka pintu. Hahha, bodoh!
Malam begitu gelap dan kelam.
Siap menelan siapapun dan apapun di dalam kelamnya. Aku tidak tahu ada apa di
luar sana dan sudah berapa stasiun yang kami lewati. Yang kutahu hanya empat
stasiun tempat dimana kereta ini berhenti. Semarang, tengah malam itu kereta
ini menurunkan penumpang dan kemudian mengangkut penumpang selainnya. Dari
semarang kami menuju stasiun Cirebon, Jatinegara, dan terakhir, Gambir –
Jakarta. Kebetulan kereta lewat jalur utara, jadi tidak terlalu lama
perjalanannya. Jam 6 pun kami sampai di Stasiun Gambir.
Dasar orang ya, perjalanan jauh
tapi tidak mengumpulkan informasi sebelumnya. Kami bertiga, dengan tujuan akhir
LAPAN Bogor. Kami tidak tahu harus kemana setelah dari Gambir. Untungnya senior kami sudah pernah kesana, ya
meskipun rute keretanya beda tapi setidaknya tahu kalau dari Jakarta kita harus
ke Serpong dan kemudian naik angkot ke LAPAN. Berusaha bertanya ke teman –
teman tapi tidak ada yang tahu, tanya satpam, akhirnya menemukan rute. Kami
harus ke Tanah Abang, naik KRL ke Serpong. Oke, kami bertiga naik taksi ke
Stasiun Tanah Abang, tapi sialnya si Sopir gak tau mana stasiunnya. Udah di
kawasan Tanah Abang dan jauh, kemudian bertanya kepada kami, “Mas, tahu masuk stasiunnya
lewat mana?” -_-“, kami aja dari luar kota mana kita tahu. Ini Mas kenapa baru
nanya sekarang coba. Lirik argo udah 30ribu, padahal kata si Bapak Satpam
paling 20ribu taksinya. Akhirnya si Sopir ini nanya sama orang situ, eh
ternyata kita harus puter balik ke tempat yang udah kita lewatin tadi, ya
cukuplah 20ribu jadi 40ribu. Oh benar – benar.
09.45 kereta paling cepet ke
Serpong. Sekarang 08.30, hah lama sekali. Hmmm, sembari menunggu teman kami
satu lagi yang sedang terjebak macet di perjalanan. Oke, menunggu. Membosankan
sekali! Namun, pada akhirnya 09.45 tiba juga. Kami turun mencari jalur Comline
ke Serpong. Alhamdulillah, karena masih di Tanah Abang jadi kami masih bisa
mendapatkan tempat duduk. 30 menit berlalu, welcome to Serpong. Kami tiba
dengan kondisi perut bernyanyi riang.
Istirahat sejenak dan kemudian
mencari angkot putih – oranye jurusan Cicangkal. Itu angkotnya. Angkot ini
mudah ditemui di rute Serpong - Cicangkal. Kami pun naik dan kami dengan tas
dan koperpun cukup mengurangi kuota penumpang angkot ini. Hahahaha. Hmmm, naik
angkot ini semacam naik apa ya? Roller coaster? Bukan, apa ya? Tornado? Seperti
mi kocok, ajep – ajep di dalem angkot. Terik matahari menambah bulir keringat. Fiuhhh,
debunya membuat hidung “pengar”. Rentetan
truk tak bergerak di jalan lain dan juga jalanan kami. Jalanan ini masih
diperbaiki dan mengakibatkan perjalanan menjadi cukup lama karena macet. Kira –
kira sejam kami sampai di komplek LAPAN. Bapak Sopirnya baik, mau nganterin
sampai masuk komplek LAPAN, depan rumah Pak Widodo, Kasubag LAPAN. Kami
bahagia. Akhirnya sampai juga. Adzan dhuhur pun berkumandang, kami ke musala
dulu untuk shalat dhuhur. Di gedung hijau sederhana ini kami bertemu orang –
orang sekitar komplek. Berbincang – bincang cukup lama, Bapaknya juga orang
Surabaya ternyata. Hmmm, setelah lama berbincang, pada akhirnya kita tahu bahwa
Pak Wid itu bukan Pak Tri Widodo Kasubag LAPAN, tapi Pak Wid yang lain.
Hahhaha, jadinya kita harus jalan ke LAPAN (yang berarti backtrack) untuk
mencari Pak Tri Widodo. Dengan barang bawaan yang cukup, kami harus berjalan di
bawah terik itu. 200 meter mungkin ya ke LAPAN. Kami sampai di pos satpam. Kami
harus berjalan kembali untuk ke Gedung Pak Tri Widodo, tapi tanpa barang.
Hahaha, semua itu kami titipkan ke Bapak Satpam. “Tok – tok, permisi mau
mencari Pak Tri Widodo”. “Mangga mangga”, jawab Pak Tri. Alhamdulillah, kami
bertemu dengan beliau. Ternyata beliau banyak bercanda, dari Adjie Pangestu
hingga wakil gubernur Banten. Duhhh, rupanya Bapak suka menjuluki orang lain
karena wajahnya mirip dengan orang terkenal. Bapaknya lucu, ramah, sersan
(serius santaii :D). Dari beliau, kami mendapatkan izin untuk tinggal di mess. Setidaknya
kami memiliki tempat tinggal. Berkat beliau juga kami jadi tahu tempat makan
(Tuan Takur), Cicangkal City (‘Kota’ terdekat), disini ada pasar. Dari kantor
Pak Tri, kami kembali ke pos satpam untuk mengambil barang, eh kami dianter ke
messnya. Maklum, kasihan ini kami bawa barang banyak. Akhir perjalanan
pencarian LAPAN, kami sampai di tempat tinggal sementara kami, yang putra
tinggal di mess, yang putri di guest
house. Syukurlahhh, KASURRR!!! Akhirnyaaa.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional |
Semoga menyenangkan :)
8 Mei 2013 :)
Rabu, 8 Mei 2013. Tanggal yang cantik untuk tahun ini. Ya, hari yang spesial. Kenapa? Ada dua hal penting dan menyenangkan pada hari ini :)
Pertama, hari ini hari lahir angkatan C1A untuk Himpunan Mahasiswa Teknik Computer - Informatika ITS, yang tidak lain adalah angkatan saya sendiri. Ya, angkatan kami genap usia 2 tahun. Alhamdulillah, yang dateng banyak, tidak terlalu meriah, tapi menyenangkan. Tidak mewah, hanya satu kue cantik untuk sekian kepala. Hahaha, mengingat momen - momen dua waktu yang lalu dalam waktu saat itu. "Kita lagi ngapain ya dulu jam segini?", pertanyaan teman - teman sambil mengingat. Luar biasa, 2 tahun lalu kita mungkin sedang di hutan (tracking). Semoga angkatan kami senantiasa berkontribusi dan menjadi angkatan yang lebih baik lagi. Ini nih kue kita :D
Dan ini angkatan C1A :D
Hal kedua yang membuat hari ini spesial adalah...
Ke Bromo, meskipun sampai Bromo 9 Mei tapi tetep berangkatnya 8 Mei :D, ya akhirnya setelah sekian lama menunggu, Allah menjawab juga doa hambanya. Dulu saya menulis salah satu impian saya untuk ke Bromo 2012, berganti tahun belum tercapai, akhirnya saya ralat untuk resolusi tahun ini, dan TERKABUL. Senang sekali rasanya :D
Tidak direncanakan jauh - jauh hari. Kurang lebih pukul 9 malam si Fida ngajakin ke Bromo sama temen - temen HMTC lainnya. Kebetulan tanggal 9 libur dan tidak ada agenda, tanpa pikir panjang berangkat deh. Kami berangkat jam 11 malam dari kampus tercinta, Bismillah pasukan HMTC berdelapan belas ini pun berangkat.
Sampai Pasuruan eh ban bocor, kondisi deket POM bensin jam 1 malam. Wah ada tambal ban yang buka gak ya, alhamdulillah ada. Temen - temen para pria sigap langsung ndorong motor itu, so sweet ^_^.
Habis ban bocor, di perjalanan naik ke Bromo sempet jatuh. Hmmm, kepleset jalanan yang agak berpasir, tidak terlalu sakit, semacam hanya motor itu ngguling. Lanjut perjalanan, tapi jalanan terlalu gelap hingga tidak melihat batas pinggir jurang. Si Fida di belakang panik, "mbak belok mbak, mbak itu jurang mbak, mbak dan mbak yang lain". Entahlah karena terlalu banyak sinar yang saya lihat sehingga mata saya sampai tidak melihat batas itu. Saya tetap kokoh melanjutkan perjalanan, dengan pelan - pelan. Akhirnya beberapa detik kemudian saya mulai melihat jelas kembali.
Perjalanan berlanjut, pada akhirnya jam 4 pagi kami sampai di Bromo kemudian istirahat sejenak untuk shalat shubuh. Tidak terlalu lama kami beristirahat kami lanjutkan perjalanan untuk ke lautan pasir. Sempat berlama - lama di jalan pasir ini, ya cukup untuk memerangkap kami dalam lautan pasirnya dan karena ini pula saya dan Fida jadinya agak siang sampai di puncak. Melihat sunrise, tapi sudah agak tinggi.
Subhanallah memang luar biasa Bromo. Cantik.. :)
Alhamdulillah, masih berkesempatan mengunjungi gunung ini. Semoga lain waktu bisa kesini lagi dan ke gunung - gunung lainnya :) Iya, perjuangan yang luar biasa untuk sampai ke Bromo, berangkat masih seger, tapi pulang - pulang tepar. Hahahhaha, sampai - sampai jadi pindang di POM bensin Bromo :v
Pertama, hari ini hari lahir angkatan C1A untuk Himpunan Mahasiswa Teknik Computer - Informatika ITS, yang tidak lain adalah angkatan saya sendiri. Ya, angkatan kami genap usia 2 tahun. Alhamdulillah, yang dateng banyak, tidak terlalu meriah, tapi menyenangkan. Tidak mewah, hanya satu kue cantik untuk sekian kepala. Hahaha, mengingat momen - momen dua waktu yang lalu dalam waktu saat itu. "Kita lagi ngapain ya dulu jam segini?", pertanyaan teman - teman sambil mengingat. Luar biasa, 2 tahun lalu kita mungkin sedang di hutan (tracking). Semoga angkatan kami senantiasa berkontribusi dan menjadi angkatan yang lebih baik lagi. Ini nih kue kita :D
Dan ini angkatan C1A :D
Hal kedua yang membuat hari ini spesial adalah...
Ke Bromo, meskipun sampai Bromo 9 Mei tapi tetep berangkatnya 8 Mei :D, ya akhirnya setelah sekian lama menunggu, Allah menjawab juga doa hambanya. Dulu saya menulis salah satu impian saya untuk ke Bromo 2012, berganti tahun belum tercapai, akhirnya saya ralat untuk resolusi tahun ini, dan TERKABUL. Senang sekali rasanya :D
Tidak direncanakan jauh - jauh hari. Kurang lebih pukul 9 malam si Fida ngajakin ke Bromo sama temen - temen HMTC lainnya. Kebetulan tanggal 9 libur dan tidak ada agenda, tanpa pikir panjang berangkat deh. Kami berangkat jam 11 malam dari kampus tercinta, Bismillah pasukan HMTC berdelapan belas ini pun berangkat.
Sampai Pasuruan eh ban bocor, kondisi deket POM bensin jam 1 malam. Wah ada tambal ban yang buka gak ya, alhamdulillah ada. Temen - temen para pria sigap langsung ndorong motor itu, so sweet ^_^.
Habis ban bocor, di perjalanan naik ke Bromo sempet jatuh. Hmmm, kepleset jalanan yang agak berpasir, tidak terlalu sakit, semacam hanya motor itu ngguling. Lanjut perjalanan, tapi jalanan terlalu gelap hingga tidak melihat batas pinggir jurang. Si Fida di belakang panik, "mbak belok mbak, mbak itu jurang mbak, mbak dan mbak yang lain". Entahlah karena terlalu banyak sinar yang saya lihat sehingga mata saya sampai tidak melihat batas itu. Saya tetap kokoh melanjutkan perjalanan, dengan pelan - pelan. Akhirnya beberapa detik kemudian saya mulai melihat jelas kembali.
Perjalanan berlanjut, pada akhirnya jam 4 pagi kami sampai di Bromo kemudian istirahat sejenak untuk shalat shubuh. Tidak terlalu lama kami beristirahat kami lanjutkan perjalanan untuk ke lautan pasir. Sempat berlama - lama di jalan pasir ini, ya cukup untuk memerangkap kami dalam lautan pasirnya dan karena ini pula saya dan Fida jadinya agak siang sampai di puncak. Melihat sunrise, tapi sudah agak tinggi.
Subhanallah memang luar biasa Bromo. Cantik.. :)
Ini pasukan kita..
Semacam sand wall nya Bromo :v
Cinta Sejati
Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
#Berjuta Rasanya
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.
Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.
Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya.
Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik.
#Berjuta Rasanya
TERE - LIYE
Holiday? How are You??
#Wa, liburan semester nih. Apa kabar liburan ya? Kira - kira bisa liburan gak ya?Ya, meskipun cuma dua minggu tapi lumayan lah ya. Buat temen - temen yang suka liburan, kira - kira tempat - tempat seperti apa yang temen sukai?
Biasanya sih ada 4 jenis tujuan liburan. Apa aja?
1. Gunung
Tempat ini cocok banget buat temen - temen yang suka trip, petualangan, pendakian. Ya, dengan perjuangan yang cukup berat, namun ketika berada di puncak, maka kelelahan dalam perjalanan seakan terbayar dengan keindahan alam yang terlihat dari puncak gunung. Merenungi betapa besar kekuasaan-Nya.
2. Pantai
Melihat hamparan laut yang begitu luas, siapa yang tidak suka? Mendengar deburan ombak di pesisir pantai. Mungkin untuk sebagian orang ada yang tidak suka ke pantai mungkin takut dengan laut, namun untuk sebagian orang lainnya pantai adalah tempat terindah yang pernah ada. Melihat garis batas [terlihat] antara laut dan langit.
3. Wahana / Tempat Rekreasi Sejenis
Refreshing dengan ke tempat - tempat yang memiliki wahana seperti Dufan, Jatim Park, atau tempat - tempat sejenis juga menjadi salah satu tempat liburan favorit.Arung jeram, flying fox.
4. Mall
Nah, kalau ini mah buat pecinta shopping. Yang biasanya berangkat bawa duit banyak terus pulang abis dehh. Ya buat yang suka ngehabisin duit lah ya *Oops. Tidak bermaksud apapun. Tapi tempat ini juga menjadi salah satu tempat liburan favorit bagi sebagian orang.
Nah itu tadi mungkin empat tujuan yang menjadi tempat tujuan liburan favorit. Masing - masing memiliki kesukaan masing - masing. Selamat berlibur :))
Biasanya sih ada 4 jenis tujuan liburan. Apa aja?
1. Gunung
Tempat ini cocok banget buat temen - temen yang suka trip, petualangan, pendakian. Ya, dengan perjuangan yang cukup berat, namun ketika berada di puncak, maka kelelahan dalam perjalanan seakan terbayar dengan keindahan alam yang terlihat dari puncak gunung. Merenungi betapa besar kekuasaan-Nya.
sumber gambar |
Melihat hamparan laut yang begitu luas, siapa yang tidak suka? Mendengar deburan ombak di pesisir pantai. Mungkin untuk sebagian orang ada yang tidak suka ke pantai mungkin takut dengan laut, namun untuk sebagian orang lainnya pantai adalah tempat terindah yang pernah ada. Melihat garis batas [terlihat] antara laut dan langit.
3. Wahana / Tempat Rekreasi Sejenis
Refreshing dengan ke tempat - tempat yang memiliki wahana seperti Dufan, Jatim Park, atau tempat - tempat sejenis juga menjadi salah satu tempat liburan favorit.Arung jeram, flying fox.
sumber gambar |
4. Mall
Nah, kalau ini mah buat pecinta shopping. Yang biasanya berangkat bawa duit banyak terus pulang abis dehh. Ya buat yang suka ngehabisin duit lah ya *Oops. Tidak bermaksud apapun. Tapi tempat ini juga menjadi salah satu tempat liburan favorit bagi sebagian orang.
sumber gambar |
Ikhlaslah....
Ketika melihat seseorang berbahagia dengan apa yang dia punya
Maka berbahagialah..
Ketika melihat seseorang berjaya dengan segala jerih payahnya
Maka berbahagialah..
Ketika melihat seseorang yang mendapatkan hasil lebih baik darimu
dengan usaha yang sama
Maka berbahagialah..
Ketika melihat seseorang yang mendapatkan hasil lebih baik darimu
dengan usaha yang kurang darimu
Maka berbahagialah..
Ikhlaskanlah semua..
Bersyukur dengan apa yang kita dapat dan ada saat ini..
Karena Allah tidak tidur
Jangan mengeluh jika realitas tidak sebanding dengan ekspektasi kita sebelumnya
Karena semua pasti ada hikmahnya
Allah memiliki banyak rencana untuk kita
Mungkin Allah memiliki rencana yang lain
Rencana yang lebih baik
Di waktu yang lebih baik..
Maka ikhlaslah di setiap hal, di setiap perbuatan, di setiap pekerjaan
Semoga Allah memberi yang terbaik
Subscribe to:
Posts (Atom)