Yang Dinanti

on Aug 1, 2011
Yang dinanti telah datang. Bulan yang sungguh istimewa bagi kaum Muslim. Marhaban ya Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Semoga keberkahan serta maghfirah dari - Nya selalu bersama kita. Masjid kembali ramai dengan lantunan ayat - ayat suci. Namun entah mengapa masjid hanya ramai pada waktu - waktu tertentu? Saat ramadhan hari pertama, saya melihat barisan shaf penuh hingga di luar serambi. Pun hingga di jalanan. Orang berbondong - bondong berangkat ke tempat suci ini untuk mengaktifkan koneksi kepada Sang Pencipta. Semua bersemangat untuk menjalankan ibadah shalat tarawih. Biasanya, hal seperti ini bertahan beberapa hari, pertengahan ramadhan, masjid sudah tidak seramai awal puasa. Begitu juga keadaan kembali seperti awal ramadhan ketika detik - detik ramadhan akan segera berakhir. Sebenarnya hal ini tidak patutu untuk dilanjutkan, bagaimana bisa ke masjid hanya musiman?? Tak menutup diri bagi saya.Kebiasaan seperti ini harus dihilangkan.

31 Juli 2011. Alhamdulillah hari ini saya masih bisa melaksanakan tarawih perdana pada bulan ramadhan tahun ini. Namun, ada yang aneh kali ini. Rasanya tak ada tanda - tanda Ramadhan tiba, semua sepi, senyap tanpa kata. Sepertinya Ramadhan sudah mulai tergilis oleh hal - hal lain. Budaya - budaya hedonis dan materialis sudah menjamur. Seperti itulah, sepertinya saya kehilangan sesuatu di ramadhan ini. Hingga saya bertanya "Jadi puasa besok atau tidak ya? kok belum ada tanda - tanda ramadhan tiba."

Semoga keberkahan selalu bersama kita, selama sebulan penuh berpuasa. Menjaga diri dari segala hal yang membatalkan, hal ini mungkin tidak mudah. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan perlindungan - Nya kepada kita semua. Allah rahman rahim bagi seluruh umat. Marhaban ya Ramadhan.

0 comments:

Post a Comment

Let's comment aboout this